Posted by Unknown on 05.27 with No comments
Hikmah Musibah yang Melanda Indonesia

“Musibah yang terjadi sekali itu teguran, yang kedua kalinya itu cobaan dan jika berulang kali itu azab.”
 Musibah adalah bagian dari ketetapan (qadha) Allah SWT. Akhir-akhir ini rentetan musibah bencana melanda Indonesia, mulai dari letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara hingga banjir yang terjadi di berbagai daerah dan yang ter-update  gempa yang berpusat di kebumen. Menaggapi semua itu kita sebagai khalifah di dunia seharusnya mengintropeksi diri, mengapa bencana sering melanda di bumi pertiwi. Apakan ini hanya sebuah cobaan atau teguran yang semata-mata bertujuan untuk mengingatkan kita kepada sang Khalik ataukah ini sebuah azab yang diturunkan oleh-Nya, mengingat musibah ini berulang kali terjadi di setiap tahunnya.

Faktor

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalanhanmu)” Q.S. Asy- Syura :30
Dari dalil diatas manusia tidak bisa mengelak bahwa yang menyebabkan berbagai bencana yang terjadi saat ini adalah perbuatan kita di masa lalu meskipun itu semuanya berasal dari ketetapan-Nya. Bicara soal banjir ada 4 faktor yang berperan besar yaitu;
1. Curah hujan
2. Limpahan air hujan dari daerah lain
3. Keberadaan daerah resapan air
4. Kemampuan melimpahkan air keluar

Dari keempat faktor tersebut tidak ada yang tidak dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Meningkatnya intensitas curah hujan setiap tahunnya  disebabkan oleh meningktnya suhu permukaan bumi yang dipicu oleh berbagai aktivitas manusia yang mempercepat proses terbentuknya uap air di udara. Meningkatnya curah hujan yang tidak didukung oleh keberadaan daerah resapan air mengakibatkan semakin luasnya dampak banjir yang terjadi.
Pengalihan lahan ruang terbuka hijau yang kerap terjadi di kota-kota besar menjadi faktor penting  pendukung semakin besarnya dampak banjir yang terjadi, disamping itu buruknya ri’ayah (pengaturan bermasyarakat) yang diemban oleh para penguasa menjadi faktor pendukung  kemudahan bagi para pengusaha rakus untuk meraup untung lebih besar dengan menyulap daerah resapan air menjadi hunian mewah, pusat perbelanjaan modern dll. Disisi lain tidak bisa dipungkiri, kebiasaan buruk manusia yang terlanjur mewabah dan sulit diobati seperti membuang sampah tidak pada tempatnya, membangun hunian di kawasan tepi sungai menjadi hal yang wajar jika banjir terus menerus terjadi di bumi pertiwi.

Solusi

“Manusia hebat adalah manusia yang belajar tidak mengulangi kesalan yang sama di masa depan.”

Meskipun banjir rutin terjadi setiap tahunnya, manusia tidak pernah belajar dari apa yang telah dialami sehingga perstiwa banjir seakan-akan menjadi kalender tahunan yang sering terulang dan semakin sulit untuk ditangani. Kemiskinan yang mendorong orang menempati bantaran sungai, keserakahan yang membuat daerah hulu digunduli, serta penanaman pohon-pohon beton demi pemasukan daerah dan pemuasaan nafsu para kapitalis menjadi contoh pokok permasalahan yang harus diselesaikan mulai sekarang jika manusia menginginkan kehidupan yang lebih baik. Maka dari itu, sebagai awal perubahan manusia harus bisa menjaga nafsunya dari keserakahan dan gengsi untuk berani lebih baik. Cobalah untuk membuang sampah ditempatnya, menumbuhkan dan merawat lingkungan  hijau dan meminimalisir pengguanaan produk-produk yang tidak ramah lingkungan. Jangan menunggu orang lain berbuat jadilah pioneer untuk hal yang lebih baik dan acuhkan gengsi dalam diri kita.

26-01-14