Posted by Unknown on 13.41 with No comments
Mahasiswa,
Tonggak Penerus Bangsa
Dalam susunan bangsa
ini ada 2 pilar penting pembentuk Negara, rakyat dan pemerintahan. Tidak bisa
dikatakan sebuah Negara jika hanya terdapat pemerintahan tanpa ada rakyat
begitupun sebaliknya. Dalam konsepsi sebuah Negara kedua pilar ini sangat
dibutuhkan tetapi kadang terdapat konflik antar keduanya. Ada suatu waktu
dimana rakyat merasa hak-haknya belum dipenuhi oleh pemerintah sehingga
mengakibatkan rakyat bergerak memberontak menuntut pemerintah. Di lain sisi terkadang
rakyat terlalu menuntut haknya tanpa memerhatikan kewajiban yang mereka terima.
Ada kejanggalan diantara keduanya, rakyat dan pemerintah tidak saling
memerhatikan satu sama lain. Hal ini yang mengawali timbulnya konflik.
Mahasiswa sebagai
bagian dari rakyat yang memiliki kans besar untuk duduk di pemerintahan
memiliki andil besar dalam menyeimbangkan jalan pemerintahan. Mahasiswa adalah
sekumpulan individu yang terlahir dari rakyat yang sedang menempuh pendidikan di
perguruan tinggi. Mahasiswa memiliki peran central terhadap perubahan bangsa
sebagai agent of change. Mereka yang terlahir di dunia akademik memberikan
pengetahuan lebih dari rakyat jelata Indonesia. Kemampuan otaknya tidak usah
diragukan banyak dari mereka yang telah mengharumkan nama bangsa tetapi yang
harus menjadi perhatian awal adalah mereka terlahir untuk rakyat dan
keseimangan pemerintahan. Tidak selamanya mahasiswa yang cerdas secara akademik
akan tetap cerdas dimasyarakat dan tidak semua mahasiswa yang mampu meraih
nilai terbaik akan mampu untuk survive di masyarakat.
Sebagai Agent of change
mahasiswa harus mampu untuk memberikan perubahan terhadap rakyat. Mereka harus
mampu mengerti, memahami dan memberi solusi terhadap apa yang terjadi di
masyarakat. Cara konkret untuk itu semua adalah terjun langsung dalam
masyarakat. Disini mahasiswa akan merasakan berbagai macam kondisi yang terjadi
di masyarakat yang sebelumnya tidak mereka rasakan didalam kampus. Pendidikan
yang selama ini terlihat lancar di depan layar ternyata banyak penyelewengan
yang terjadi. Banyak diantara bibit-bibit pemimpin bangsa yang salah arah
karena teman sekolah ataupun pergaulan.
Hakikatnya pendidikan
adalah sarana untuk memenusiakan manusia melalui kemempuan dalam berilmu.ilmu
merupakan kebutuhan setiap manusia untuk mengisi kekosongan rohaninya. Jika
hidup tanpa ilmu tentu saja akan menjadi manusia yang bodoh yang tidak dapat
mengenal mana kebaikan dan mana keburukan.(Cara bijk rasullullah dalam mendidik
anak: 107) dari pengertian ini jadi selama ini system pendidikan Indonesia
tidak bisa dikatakan sebagai system memperoleh ilmu karena masih banyak
keburukan yang terjadi di lingkungan sekolah. Mahasiswa sebagai tingkat
tertinggi pemeroleh ilmu tentunya tidak boleh tinggal diam dalam situasi ini.
Merka harus mampu mengembalikan fungsi pendidikan dan arti ilmu secara murni
itu sendiri.
Dalam suatu gambaran
tentang kehidupan mahasiswa yang seperti apakah yang bisa menjadikan mereka
hidup di masyarkat. Kita bisa menggambarkan mahasiswa sebagai penasihat dalam
suatu keluarga. Dalam hal ini berarti mahasiswa harus mampu membina sebuah
keluarga dalam lingkup kecil untuk menghasilkan bibit unggl penerus bangsa.
Mereka tidak boleh tinggal diam, sebagai penerus tentunya ada harapan bahwa
bangsa kita akan terus tumbuh maju oleh orang-orang yang berilmu yang bisa
tumbuh dari perhatian mahasiswa.
Jadi dapat diperjelas
lagi disini bahwa mahasiswa memiliki banyak peran dalam membangun bangsa salah
satunya adalah lewat pendidikan yang mereka bina pada sebuah keluarga atau
organisasi dalam masyarakat. Seagai seorang muslim tentunya ada hal yang
menjadi rujukan dalam membangun sebuah keluarga yaitu dari cara bijak
rasullullah dalam mendidik anak seperti yang terlampir dalam judul buka yang
sama seperti yang diucapkan tadi. Nanti disini mahasiswa membuat suatu forum
yang akan membawahi setiap divisi kepala keluarga. Mereka akan memberika
bimbingan mengenai cara berumah tangga dari apa yang mereka pelajari.
Saat ini sebagian besar
orang tua menginginkan anaknya pintar secara akademik namun tidak dengan ESQ
atau yang lain-liain di luar IQ. Mereka beranggapan memiliki anak pintar
gampang. Asal punya uang , bisa diikutkan BIMBEL. Tapi punya anak saleh, jujur,
dan bermoral bagaimana? Ini yang tidak mudah untuk zaman sekarang (cover cara bijak
rasullullah dalam mendidik anak). Penurunan moral pelajar saat ini telah
dirasakan, tentunya semua masyarakat khususnya mahasiswa tidak ingin ini
terjadi karena pelajar adalah sosok yang akan menggantikan mereka kelak di
bangku kepemimpinan. Mahasiswa harus bisa mengatasi ini karena jika dibiarkan
isu ini akan jauh lebih besar 10 tahun kedepan.
Kembali ke topic dimana
mahasiswa ditempatkan sebagai pendidik di masyarakat. Terkadang ada suatu masa
dimana saat mahasiswa mengajarkan pelajar, pelajar memiliki rasa jenuh sehingga menimbulkan
sifat pesimisme terhadap mereka. Dan untuk mengatasi ini ada buku referensi
dari femi Olivia dan lita s, sp yang berjudul inner healing @ school. Mahasiswa
yang mampu secara akademik dan telah mengenyam bangku sekolahan seharusnya
mampu membangkitkan optimisme pelajar. Dalam mengajar kita tidak perlu
mengekspos kelemahan atau kekurangannya namun lebih baik mereka menggali
kelebihan atau kekuatannya dan berupaya mengembangkan potensinya seoptimal
mungkin (inner healing @ school: 23).
Disamping mahasiswa
yang harus berperan di bidang pendidikan merka juga harus bisa mengembangkan
potensi ekonomi masyarakat. Tidak bisa dipungkiri bahwa tanpa kemapanan ekonomi
anak akan sulit untuk berkembang di bidang keilmuan. Melihat peluang di
industry kreatif yang selalu meningkat setiap tahunnya harusnya mahasiswa mampu
mengembangkan masyarakat kreatif demi kemapanan ekonomi. Sulam benang yang
dahulu haya sebagai hobi sekarang bisa memberikan nilai lebih di bidang
ekonomi. Hasil sulaman benang yang bisa digunakan untuk menghias dan
mempercantik benda- benda di sekitar bisa dimanfaatkan untuk menjual nilai
rupiah (pendahuluan belajar menyulam benang untuk pemula).
Maka dari itu,
mahasiswa sebagai agent of change harus mampu merubah dan meniapkan pemimpin
kedepan yang lebih baik dari pemimpin saat ini. Kemampuan akademik yang
dimiliki mereka harus mampu digunakan secara maksimal untuk mendidik masyarakat
karena kemajuan bangsa ada di pundak anak 10- 12 tahun dari sekarang. Tugas
mahasiswa, orang tua dan pemerintahlah yang harus menjadi kontrak kerja yang
harus berjalan secara optimal mulai saat ini.
0 komentar:
Posting Komentar